Menurut CNBC Indonesia - Gubernur wilayah regional Luhansk Ukraina, Serhiy Hadai, menyebut bahwa saat ini pihak Rusia sedang mengalami kepanikan. Pasalnya, Kyiv berhasil meluncurkan rudal buatan Amerika Serikat (AS), HIMARS, ke gudang persenjataan milik Moskow.
Hadai mengatakan bahwa serangan HIMARS yang ditujukan ke depot senjata Rusia telah menurunkan kemampuan tempur Rusia. Ia menyebut keberhasilan ini akan diteruskan dalam bentuk serangan balasan lainnya.
Sebelumnya, serangan rudal HIMARS telah berhasil menghancurkan sebuah depot persenjataan Rusia yang berada di dekat wilayah Kherson. WIlayah ini merupakan wilayah Ukraina yang berhasil dikuasai Kremlin di awal-awal serangannya.
Sebuah laporan Kyiv menyebutkan bahwa 52 orang tewas dalam serangan itu. Laporan Ukraina lainnya menunjukan bahwa ada 12 petinggi militer Rusia yang juga ikut tewas saat serangan HIMARS.
Tewasnya petinggi militer dan kehancuran depot senjata ini juga disebutkan membuat Presiden Rusia Vladimir Putin marah. Ia dilaporkan sedang mencari pihak yang harus bertanggung jawab atas pertahanan negara itu.
Dalam laporan media inggris Daily Star, beberapa jajaran Putin menyalahkan sistem pertahanan rudal S-400 milik Moskow yang gagal berfungsi untuk melindungi targetnya.
Meski begitu, berita ini ditepis oleh Rusia. Pihak berwenang pro-Moskow menyebut serangan HIMARS ini merusak infrastruktur sipil dan menewaskan sedikitnya tujuh orang warga.
Tonton video lengkapnya di channel youtube kami


Tidak ada komentar:
Posting Komentar